Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Oktober 2015

Wirausaha setelah di PHK

Saya yakin kita semua tahu bagaimana rasanya ketika harus menerima kenyataan bahwa kita di PHK atau di berhentikan dari Pekerjaan yang menjadi satu-satunya Sumber Penghasilan untuk Membiayai segala kebutuhan hidup. Segala Impian hancur, harapan seolah langsung terhapus dari memori saat mendengar "kami di Pecat".

Mulai berWiraUsaha setelah di PHK

Bagi mereka yang sebelumnya Bekerja sebagai Tenaga ahli atau Profesi, mungkin tidak terlalu kesulitan untuk Mencari Pekerjaan lainnya, kalaupun tidak Mendapat Pekerjaan di Perusahaan baru, mereka dapat memanfaatkan Skill dan Keahlian mereka untuk memulai berwirausaha.

Seperti halnya jika PHK terjadi seorang Montir bengkel sepeda motor, ketika upayanya untuk Melamar Kerja ditempat lain tak kunjung berhasil, diapun mulai menggunakan kemampuan dan pengalamannya untuk memperbaiki motor sendiri, Motor Tetangga dan bukan tidak mungkin jika lama ke lamaan akan ada pelanggan lain yang mengetahuinya dari mulut ke mulut.

di PHK tapi tidak punya keahlian, harus usaha apa?

Ini yang paling mengkhawatirkan, ketika seorang tidak memiliki keahlian khusus telah di PHK dari Perusahaannya merekapun mulai membuat Surat Lamaran Kerja untuk dikirim ke Perusahaan-perusahaan lain dengan harapan mendapat Pekerjaan Lagi.

Namun bagaimana jika tak satupun Perusahaan yang menerima Surat Lamaran Kerja tersebut? tentu saja Memulai Bisnis sendiri (Wira Usaha) merupakan peluang yang sangat terbuka bagi mereka yang terkena PHK.

Karena tidak memiliki keahlian, untuk membuka Usahapun mereka kebingungan dalam memilih Jenis Usaha yang Bagus, perasaan takut Rugi selalu menghantui mereka terlebih karena minimnya modal membuat minat mereka untuk Memulai Bisnis penuh dengan ke ragu-raguan.

Karena kurangnya pemahaman serta kemampuan akhirnya tidak sedikit yang menjadi Korban PHK malah merugi setelah berusaha Membangun Bisnis sendiri. Banyak yang beranggapan jika membuka warung / toko merupakan salah satu usaha yang menjanjikan, namun ini perlu modal cukup besar.

Ingin buka usaha dengan Modal Minim dan tanpa keahlian

Bagi anda yang memiliki keahlian tentu akan membuka usaha sesuai dengan keahlian yang anda miliki seperti membuat Kue, Menjual Masakan, Menjahit dan sejenisnya.

Jika modal minim, Hindari keinginan untuk berbisnis : Jualan pakaian, Jualan Sandal, Sepatu, Tas atau usaha yang jarang pembelinya. Jangan pula tergiur dengan bujuk rayu MLM yang selalu mengatakan "Tanpa Modal, Keuntungan Melimpah".
Carilah Usaha yang bisa mendatangkan uang tiap hari meski uang itu harus diputar kembali.

Jangan harap akan Sukses jika mengandalkan Bisnis online yang anda sebar melalui Facebook atau BBM.

Mulai Berwirausaha

Berikut ini beberapa Bisnis atau Usaha yang bisa dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki keahlian khusus serta dengan Modal sangat Minim, mungkin disini anda harus menghilangkan gengsi:
  1. Modal  Rp. 200 ribu hingga 1 juta : Jualan Pulsa Handphone atau Listrik (Agen Downline)
  2. Modal  Rp. 1jt - 3jt :  Jual mainan atau Jajanan Anak-anak
  3. Modal Rp. 3jt - 5jt : Jualan Beras / Makanan Ringan
  4. Modal Rp. 5Jt - 10jt : Membuka Warung kecil / Sayuran / Buah buahan
  5. Modal Rp. 10jt - 20jt: Membuka Warung agak besar
  6. Modal diatas 20 juta : Membuka Warung Besar dan cukup lengkap
  7. Modal diatas 25 juta : Membuka rental Warnet / Rental Mainan anak (PS)
Cara Memulai Usaha lainnya namun memerlukan kerja keras dan Pelatihan seperti Jualan keliling, jadi tukang tambal Ban, Pengecer Bensin, atau mungkin jadi tukang Ojek.

Gambar berikut ini merupakan contoh usaha atau bisnis yang bisa dilakukan bagi korban PHK yang tidak memiliki keahlian serta memiliki Modal Minim.

Ingin buka usaha dengan Modal Minim dan tanpa keahlian

Senin, 17 Agustus 2015

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Selain untuk mempertahankan dan menjadikan kehidupan lebih baik, memiliki pekerjaan sedikit banyak dapat meningkatkan derajat dalam kehidupan. Ya, terkadang dijaman sekarang ini seseorang menilai oranglain hanya melihat dari sisi materi dan pekerjaan.

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Seorang pemuda bercerita mengenai Susahnya Mencari Pekerjaan, sayapun bertanya padanya "Memangnya pekerjaan seperti apa yang kamu cari?", kemudian dia menjawab bahwa pekerjaan yang diinginkannya merupakan pekerjaan terbaik, terhormat dan gaji besar tentunya yang sesuai dengan kualifikasi yang dia miliki.

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Ini dia masalahnya, jauh sebelum mencari pekerjaan kita selalu membayangkan hal hal menyenangkan mengenai sebuah prefesi, kita sebut saja sebagai Cita cita. Ketika seseorang membayangkan betapa enaknya dapat menjadi Karyawan Sebuah Bank, diapun mulai menuntut ilmu sesuai dengan cita citanya, kuliah di universitas perbankan serta hal hal lainnya yang bisa dijadikan referensi untuk melamar pekerjaan di Sebuah Bank.

Namun nyatanya tidak sedikit orang yang memiliki Cita cita yang sama hingga menyebabkan persaingan mendapat pekerjaan semakin ketat.

Susahnya Mencari Pekerjaan

Ya, jika memang mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan memang terbilang susah terlebih jika pekerjaan itu tidak jauh dari rumah.

Kepada pemuda tersebut saya menyarankan untuk mencoba mengirim Lamaran Kerja ke perusahaan lain di Luar Kota yang persaingannya di prediksi sedikit, namun dia berkata... "wah ogah ah kalo harus kerja di luar kota, pengennya sih yang dekat dekat aja".

Jadi, kalo memang demikian maka pemuda itu harus sabar mengantri untuk mendapat kabar adanya loongan kerja sesuai dengan posisi yang diinginkannya, atau menunggu dibangunnya perusahaan baru yang ada dikota tempat tinggalnya.

Faktor-faktor yang menjadi penyebab Sulit Mendapat Pekerjaan

  1. Gengsi, ada istilah... Gengsi merusak karier
  2. Usia senja
  3. Kualifikasi terlalu bagus
  4. Kurang memenuhi Kualifikasi
  5. Dan Orang alim mengatakan bahwa kesulitan mencari pekerjaan erat kaitannya dengan perbuatan seseorang.
Bagi saya, yang saya inginkan bukanlah sebuah Jabatan dalam Pekerjaan, namun menemukan sebuah jalan untuk bisa mempertahankan dan menjadikan kehidupan lebih baik adalah hal yang paling penting.

Dulu saya sangat bangga ketika masih bekerja di kantor, berpakaian selalu rapi dan necis hingga para tetangga beranggapan bahwa saya telah suskses. Namun nyatanya gaji yang saya dapatkan tidak lebih besar dari pendapatan seorang Penjual Gorengan, Gaji saya saat itu tidak lebih baik dari seorang PRT yang bekerja di luar negeri.

5 Tahun bekerja di sebuah Perusahaan (Kantoran), saya hanya mampu memiliki sepeda Motor yang dicicil selama 3 tahun, dan apa yang didapatkan Penjual Gorengan dan PRT yang bekerja di luar negeri dalam waktu yang sama? mereka masing masing mampu membangun rumah meski rumah tersebut tidak terlalu besar.

Jadi, pekerjaan apa yang seharusnya dilakukan

Ini bukan mengenai harus menjadi Penjual Gorengan, atau harus bekerja sebagai TKI di luar negeri, namun untuk mendapat pekerjaan terbaik adalah bagaimana kita dapat menghilangkan gengsi, bagaimana kita dapat mengelola uang yang dihasilkan serta seberapa nyaman anda melakukan pekerjaan itu.

Pada saat masih bekerja di Kantoran, terkadang saya merasa malu ketika harus menolak beberapa ajakan yang membutuhkan uang (rekreasi atau liburan bareng), sementara mereka yang bekerja sebagai penjual makanan mampu melakukannya.

Pekerjaan saya saat ini sehari hari berada dirumah, nulis artikel meski sebelumnya saya bukanlah seorang penulis.